Tampilkan postingan dengan label cara kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara kerja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2016

Jasar Kiler Menjelaskan Pengertian Bola, Rumus Luas Permukaan Bola Dan Rumus Volume Bola

Media terkini:

 

Pengertian bola 

Bola adalah bangun ruang sisi lengkung yang dibatasi oleh satu bidang lengkung. Bola didapatkan dari bangun setengah lingkaran yang diputar satu putaran penuh atau 360 derajat pada garis tengahnya.

Perhatikan gambar berikut ini!

Pengertian Bola, Rumus Luas Permukaan Bola dan Rumus Volume Bola
Gambar: a) Setengah Lingkaran dan b) Bola

Gambar setengah lingkaran tersebut jika diputar satu putaran penuh atau 360 derajat, pada garis AB, maka diperoleh bangun sebagaimana gambar (b), yaitu bola.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, bola berarti barang yang bentuknya menyerupai bulatan.

Rumus luas permukaan bola

Asal-usul rumus permukaan bola

Untuk mendapatkan rumus luas permukaan bola, tidak ada salahnya kita melakukan kegiatan berikut ini untuk menguji rumus luas permukaan bola! Perhatikan pula gambar-gambar berikut ini!

1. Sediakan sebuah bola berukuran sedang, misalnya bola sepak, benang kasur, karton, penggaris, dan pulpen.
2. Ukurlah keliling bola tersebut menggunakan benang kasur.
3. Lilitkan benang kasur pada permukaan setengah bola sampai penuh, seperti pada gambar (i).

Pengertian Bola, Rumus Luas Permukaan Bola dan Rumus Volume Bola
4. Buatlah persegipanjang dari kertas karton dengan ukuran panjang sama dengan keliling bola dan lebar sama dengan diameter bola seperti pada gambar (ii).
5. Lilitkan benang yang tadi digunakan untuk melilit permukaan setengah bola pada persegipanjang yang kamu buat tadi. Lilitkan sampai habis.

Pengertian Bola, Rumus Luas Permukaan Bola dan Rumus Volume Bola
Gambar: ii
6. Jika kamu melakukannya dengan benar, tampak bahwa benang dapat menutupi persegi panjang selebar jari-jari bola (r).
7. Hitunglah luas persegi panjang yang telah ditutupi benang. Dapatkah kamu menemukan hubungannya dengan luas permukaan setengah bola?

Dari kegiatan di atas, jelaslah bahwa luas permukaan setengah bola sama dengan luas persegipanjang.
Luas permukaan setengah bola = luas persegi panjang
                                           = p × l
                                           = 2πr× r
                                           = 2π r2

Sehingga, luas permukaan bola = 2 × luas permukaan setengah bola
                                                 = 2 × 2πr2

                                                 = 4πr2


Jadi, luas permukaan bola dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.

Luas permukaan bola = 4πr2



Rumus Volume Bola

Asal-usul rumus volume bola

Untuk mengetahui rumus volume bola, dapat dilakukan salah satunya dengan melakukan kegiatan berikut ini.
1. Siapkan sebuah wadah yang berbentuk setengah bola berjari-jari r (wadah (i)) dan sebuah wadah yang berbentuk kerucut berjari-jari r dan tingginya 2r (wadah (ii)).

Pengertian Bola, Rumus Luas Permukaan Bola dan Rumus Volume Bola
2. Isikan pasir ke wadah (ii) sampai penuh.
3. Pindahkan pasir di dalam wadah (ii) ke wadah (i). Apakah yang terjadi?

Dari kegiatan di atas, dapat dilihat bahwa volume pasir yang dituangkan ke dalam wadah setengah bola tidak berubah. Ini berarti, untuk bangun setengah bola, dan kerucut yang berjari-jari sama, dan tinggi kerucut sama dengan dua kali jari-jarinya maka:

Volume setengah bola = volume kerucut
1/2 volume bola = 1/3 πr2t
volume bola = 2/3πr2(2r)
                   = 4/3πr3


Jadi, volume bola dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.

Volume bola = 4/3πr 3

Contoh Soal dan Pembahasannya

Hitunglah volume bola yang memiliki jari-jari 9 cm.

Jawab:
Diketahui: r = 9 cm

Ditanyakan: volume bola
Penyelesaian:
Volume bola = 4/3pr3
                    = 4/3. 3 , 1 4 . (9)3
                    = 3.052,08
Jadi, volume bola tersebut adalah 3.052,08 cm3

Sabtu, 29 Oktober 2016

Cara Kerja Mesin Penggiling Padi Beserta Komponen


A. MESIN PENGGILINGAN PADI DAN KOMPONENNYA.

 

A.Salah satu penyebab rendahnya rendemen dan mutu hasil penggilingan padi serta tingginya kehilangan hasil (susut penggilingan) adalah disebabkan dari peralatan dan mesin penggilingan. Untuk dapat memperoleh hasil penggilingan yang maksimal perlu memahami unit-unit komponen dan mesin penggilingan padi.



Ada beberapa model penggilingan padi, yaitu :

1. Penggilingan manual/ tangan
2. Penggilingan dengan mesin satu step.
3. Penggilingan dengan mesin dua step.
4. Penggilingan dengan mesin multi pass /stage

Penggilingan padi secara manual.
Penggilingan dengan menggunakan tangan yaitu dengan menggunakan lesung dan alu. Cara penggilingan ini berbasis gesekan antara biji dengan biji. Pembersihan dilakukan diakhir penggilingan dengan penampian dengan menggunakan tampi. Cara ini membuat kehancuran beras tinggi sehingga rendemen yang dicapai rendah.

Penggilingan padi dengan mesin satu step (single phase/ satu phase)
Penggilingan dengan system gesekan logam yaitu unit pengupasan dan unit penyosohan berada dalam satu mesin. Gabah masuk penggilingan dan keluar sudah dalam bentuk beras giling.
Penggilingan padi dengan mesin dua step.(double phase/ dua phase)
mesin pengupas dan mesin penyosoh/ pemoles terpisah atau tidak dalam satu mesin. Rendemen giling bisa mencapai 60-65 %.

Penggilingan padi dengan mesin multi pass.
Mesin penggilingan dengan unit penyosoh / pemoles (jenis abrasif dan jenis friksi ) bersatu, sehingga dapat mengurangi resiko-resiko yang dihadapi selama proses penggilingan
Penentuan jenis dan kombinasi mesin penggilingan paling tepat sangat ditentukan oleh kapasitas yang dibutuhkan, jenis, varietas dan sifat gabah, mutu beras putih yang diharapkan serta biaya.
Bagian komponen mesin penggiling, terdiri dari :

1. Motor Penggerak.

2. Mesin Pengupas/ pemecah kulit gabah (husker).
Mesin ini membersihkan kulit gabah/ sekam yang tercampur dalam beras pecah kulit.
Mesin pengupas yang tersedia adalah jenis Engelberg, jenis rol karet, jenis under runner stone disc dan jenis sentrifucal.

Mesin pengupas gabah yang paling umum digunakan saat ini adalah jenis roll karet, karena daya guna yang tinggi, efisien, mudah digunakan dan sederhana perawatannya. Terdapat 2 buah rol karet yang berputar berlawanan dengan kecepatan putar yang berbeda. Jarak antara 2 rol karet dapat diatur tergantung jenis gabah yang akan dikupas, biasanya 2/3 besarnya gabah. Diameter kedua rol karet sama bervariasi 300 – 500 mm dan lebar 120-500 mm.

3. Mesin pemisah gabah (separator)
 
Digunakan untuk memisahkan gabah dari beras pecah kulit.
Mesin pemisah gabah dan beras pecah kulit mempunyai 3 tipe yaitu :

1). Pemisah jenis kompartemen, terdiri dari dinding pemisah vertikal, papan luncur secara zigzag. Campuran gabah dan beras pecah kulit membentur papan pemisah zigzag tersebut, maka akan meluncur jatuh melalui papan luncur. Jika gabah yang lebih ringan akan terangkat keatas dan dikeluarkan melalui pintu keluaran dibagian atas papan luncur. Sedangkan beras pecah kulit yang berada dibagian bawah dikeluarkan melalui pintu keluaran yang berada di bagian bawah papan luncuran.

2)Pemisah berdasarkan berat jenis. Pemisah ini banyak dipakai pada mesin-mesin penggiling terbaru. Pemisah jenis ini terdiri atas papan pemisah berbentuk bujur sangkar yang diletakkan miring pada bidang datar dengan sejumlah cekungan. Saat papan bergetar, gabah dan beras pecah kulit terpisah akibat dari perbedaan berat jenis.

3)Pemisah jenis layar/ type saringan, terdiri dari ayakan saringan yang bergetar, berjumlah 6-15 ayakan.

4. Mesin Penyosoh/ Pemoles/Pemutih (polisher)

Ada 2 tipe mesin penyosoh yaitu tipe friksi dan abrasif.
    1).Mesin pemutih abrasif, bekerja dengan putaran yang relative cepat dan tekanan giling yang
        rendah sehingga peningkatan suhu beras lebih kecil dan kerusakan (pecah) lebih
        sedikit tetapi permukaan beras tampak kasar.

    2).Mesin pemutih friksi bekerja dengan putaran yang relative lambat dan tekanan giling yang
        tinggi sehingga menghasilkan pelepasan dedak yang lebih baik dan permukaan beras
        yang lebih halus. Kekurangan mesin ini, tingginya ratio beras yang dihasilkan,
        suhu beras yang lebih tinggi serta jenis ini menggunakan listrik lebih banyak.
        Sangat dianjurkan penggabungan fungsi mesin pemutih jenis abrasif dan friksi
        dalam proses multi pass, karena mengurangi beras patah dan peningkatan suhu beras
        serta memperbaiki pembuangan kecambah beras.

5. Mesin pemisah beras kepala, beras patah dan menir (shifter)

6. Mesin Pengkristal/ pencuci beras (shinning)

B. Proses Padi Menjadi Beras

Hasil panen padi dari sawah disebut gabah. Gabah tersusun dari 15-30% kulit luar (sekam), 4-5% kulit ari, 12-14% katul, 65-67% endosperm dan 2-3% lembaga. Sekam membentuk jaringan keras sebagai perisai pelindung bagi butir beras terhadap pengaruh luar. 

Kulit ari bersifat kedap terhadap oksigen, CO2 dan uap air, sehingga dapat melindungi butir beras dari kerusakan oksidasi dan enzimatis. Lapisan katul merupakan lapisan yang paling banyak mengandung vitamin B1. Selain itu katul juga mengandung protein, lemak, vitamin B2 dan niasin. Endosperm merupakan bagian utama dari butir beras. Komposisi utamanya adalah pati. Selain pati, endosperm juga mengandung protein dalam jumlah cukup banyak, serta selulosa, mineral dan vitamin dalam jumlah kecil. 

Sekam merupakan 15-30% bagian gabah. Fungsi sekam antara lain melindungi kariopsis dari kerusakan, serangan serangga dan serangan kapang. Sekam terdiri dari palea dan lemma. Struktur palea/lemma yaitu epidermis luar, sklerenimia (mengandung lignin), parenkimia, dan epidermis dalam. 

Kariopsis terdiri dari kulit luar dan endospem. Kulit luar terdiri dari perikarp (10µm), seed coat (0.5µm), nucellus (2.5µm), dan aleuron (5.0µm). Sedangkan endosperm terdiri dari sub aleuron, pati dan terdapat rongga udara pada beras pera sehingga mudah patah waktu digiling.


Klasifikasi beras menurut FAO
Sifat fisik gabah dan beras


Dalam standarisasi mutu, dikenal empat tipe ukuran beras, yaitu sangat panjang (lebih dari 7 mm), panjang (6-7 mm), sedang (5.0-5.9 mm), dan pendek (kurang dari 5 mm). Sedangkan berdasarkan bentuknya (perbandingan antara panjang dan lebar), beras dapat dibagi menjadi empat tipe, yaitu : lonjong (lebih dari 3), sedang (s.4-3.0), agak bulat (2.0-2.39) dan bulat (kurang dari 2).
Tinggi rendahnya mutu beras tergantung kepada beberapa factor, yaitu spesies dan varietas, kondisi lingkungan, waktu pertumbuhan, waktu dan cara pemanenan, metode pengeringan, dan cara penyimpanan. Persyaratan mutu beras yang ditetapkan oleh Bulog (1983) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.


Persyaratan beras untuk pengadaan dalam negeri
.
Tahapan pengolahan primer padi, yaitu padi diolah menjadi gabah, kemudian dari gabah menjadi beras

Padi harus segera dikeringkan untuk menghindari pertumbuhan kapang yang dapat menyebabkan warna kuning. Pengeringan dapat dilakukan dengan memakai sinar matahari (penjemuran dengan menggunakan tikar, tampah, lamporan), pengering buatan dan pengering surya. 

Lamporan dibuat miring supaya air dapat mengalir dan untuk mencegah air tergenang. Pada pengering buatan, jika kering cepat maka akan banyak menghasilkan beras patah. Sedangkan pengeringan dengan sinar matahari untuk menghasilkan beras kepala. Pengeringan surya tidak cocok untuk gabah biasa. Pengeringan surya ini sangat mahal biasanya untuk padi bulu yang nilai ekonominya tinggi. 

a. Penggabahan 


Cara penggabahan antara lain diinjak-injak, dipukulkan, ditumbuk, menggunakan pedal thresner dan mesin perontok. Keuntungan cara penggabahan diinjak-injak adalah kerusakan fisik kecil dan kemungkinan loss/hilang/terpelanting sangat kecil, sedangkan kerugiannya adalah kapasitasnya rendah. Keuntungan bila dipukulkan adalah kapasitas lebih besar sedangkan kerugiannya adalah ada beras yang patah, loss lebih besar. 

Untuk menghindarinya harus dikerjakan dalam pulungan. Keuntungan bila ditumbuki adalah kapasitas lebih besar dari pada diijak- injak, sedangkan kerugiannya adalah rendemen yang dihasilkan rendah karena banyak beras yang patah. keuntungan dengan menggunakan pedal thresner adalah kapasitasnya besar sedangkan kerugiannya adalah banyak beras yang patah. 

b. Penggilingan dan Penyosohan 

Penggilingan adalah proses pemisahan sekam dan kulit luar kariopsis dari biji padi agar diperoleh beras yang dapat dikonsumsi. Terdapat berbagai jenis teknologi/alat yaitu penumbukan (lesung/kincir air), penggilingan tipe Engelberg, Rice Milling Unit (RMU) dan penggilingan padi besar.


Tahapan penggilingan padi

Penggilingan Padi Besar
  1. Perontokan padi. Alat yang digunakan adalah rontogan; bahannya gabah, padi gedengan, “hencak”; sehingga dihasilkan gabah kotor (kotoran: potpngan merang, kerikil, bubuk jenteng, pasir, paku/logam, dan lain- lain).
  2. Pembersihan gabah kotor. Alat yang digunakan adalah ayakan goyang (paddy cleaner/ hongkwl gabah), saringan kasar (batu, kerkil, paku, dan lain-lain), saringan halus (pasir) serta penarik logam; bahannya gabah kotor; sehingga dihasilkan gabah bersih. 
     
  3. Pemecahan kulit (husking). Alat yang digunakan adalah pemecah kulit tipe silinder; bahannya gabah; sehingga dihasilkan beras pecah kulit, sebagian kecil gabah utuh yang lolos, lolosan (pesak halus bercampur dedak dan menir), serta sekam. 
     
  4. Pemisahan pesak. Alat yang digunakan adalah husk separator (hongkwl pesak), saringan pesak, dan saringan lolosan; bahannya beras pecah kulit, sekam, lolosan; sehingga dihasilkan beras pecah kulit bersih, dan gabah. 
     
  5. Pemisahan gabah (paddy separation). Alat yang digunakan adalah paddy separator atau disebut gedongan; prinsipnya adalah perbedaan bobot jenis antara beras pecah kulit dan gabah, serta kehalusan permukaan gabah dan beras pecah kulit. Pada permukaan miring, beras pecah kulit akan cepat turun, sementara gabah terdesak ke atas; dibuat kamar-kamar. 
     
  6. Penyosohan. Alatnya adalah mesin penyosoh (rice polisher), mesin I (penyosohan I), mesin II (penyosohan II), alat terdiri dari batu penyosoh (batu amaril) dan lempengan karet, karena ada gesekan antara beras dengan batu, lempengan karet, dan antara sesama beras maka beras akan tersosoh; bahannya adalah beras pecah kulit; sehingga dihasilkan beras sosoh, dedak (mesin sosoh I),bekatul (mesin sosoh II); dedak dan bekatul langsung dipisahkan dengan aspirator.
     
  7. Grading. Alat yang digunakan adalah ayakan beras (honkwl beras); memisahkan beras kepala, beras patah dan meni.


Komposisi gabah dan fraksi hasil giling (%db)
Komposisi kimia (%) pada kadar air 14%

Dalam pengertian sehari-hari, yang dimaksud dengan beras adalah gabah yang bagian kulitnya sudah dibuang dengan cara digiling dan disosoh menggunakan alat pengupas dan penggiling (“huller”) serat alat penyosoh (“polisher”). Gabah yang hanya terkupas bagian kulit luar (sekam)-nya, disebut beras pecah kulit (“brown rice”). 

Sedangkan beras pecah kulit yang seluruh atau sebagian dari kulit arinya telah dipisahkan dalam proses penyosohan, disebut beras giling (“milled rice”). Beras yang biasa dikonsumsi atau dijual di pasar adalah dalam bentuk beras giling.

Dalam proses penyosohan beras pecah kulit akan diperoleh hasil beras giling, dadak dan bekatul. Sebagian dari protein, lemak, vitamin dan mineral akan terbawa dalam dadak, sehingga kadar komponen-komponen tersebut di dalam beras giling menjadi menurun. Beras giling yang diperoleh berwarna putih karena telah terbebas dari bagian dedaknya yang berwarna coklat. 

 Bagian dedak padi adalah sekitar 5-7% dari berat beras pecah kulit. Makin tinggi derajat penyosohan yang dilakukan maka makin putih warna beras giling yang dihasilkan, tetapi makin miskin beras tersebut akan zat-zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh.


Pengertian Traktor Dan Prinsip Kerjanya Dalan Bidang Usaha Pertanian

Tentang Mesin Traktor Dan Prinsip Kerjannya Dalam Dunia Pertanian

Traktor adalah kendaraan yang didesain Spesifik untuk digunakan dalam keperluan fraksi tinggi pada kecepatan rendah, atau di gunakan untuk menarik trailer atau instrumen yang digunakan dalam dunia pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan dalam dunia pertanian. 

Instrumen pertanian umumnya digerakan dengan menggunakan kendaraan ini, penggunaanya bisa ditarik atau didorong bahkan bisa digunakan untuk memuat berbagai barang ataupun hasil panen dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan yang semi truk trailer. Kata traktor diambil dari bahasa latin, trahere yang mempunya parti "menarik". 
 Traktor dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk bisa menunjang operasi pertanian yang efektif, baik Tenaga, Waktu maupun mencakup biaya, sehingga dapat menigkatkan kapasitas kerja, mengurangi yang mencakup biaya produksi, meningkatkan hasil temuan pertanian serta bisa mengurangi kelelahan dan kebosanan dalam bekerja.

Kata Traktor awalnya dipakai untuk  mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbang atau membajak, untuk itu istilah Traktor menggantikan makna " mesin penarik "(trakction Engine). Di negara inggris, irlandia, australia, india, spanyol, argentina, dan negara jerman, kata "traktor" umumnya berarti "traktor pertanian", dan penggun
aan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan yang lain sangat jarang. Intrumen pertanian bermesin pertama adalah mesin uap portabel di Tahun 1800an, yaitu mesin uap yang bisa digunakan untuk bisa mengendalikan instrumen mekanis pertanian. Sekitar tahun 1850, mesin penarik dikembangkan dari mesin tersebut, dan digunakan secara luas di dunia pertanian. Traktor pertama adalah mesin bajak bermesin uap. Traktor bisa diklasifikan sebagai two wheel drive, atau trek traktor. Traktor, kecuali trak tracktor yang umumnya memiliki 4 roda dengan doa roda yang lebih besar dibelakang atau keempat rodanya sama besar.

Track traktor memiliki penggerak seperti tank yang membuatnya mampu bergerak diberbagai medan. karena traksinya yang sangat hebat, tracktor menjadi popuer di California pada tahun 1930’an. Traktor pada awalnya menggunakan mesin uap sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan tenaga traktor. Antara tahun 1900 hingga 1960 bensin sudah mulai menjadi bahan bakar utama, minyak tanah dan etanol sebagai alternatif untuk bahan bakarnya. 
Kebanyakan traktor tua memakai transmisi manual. Traktor jenis ini memiliki beberapa rasio kecepatan tinggi, umumnya 3 Hingga 6. Kecepatan rendah umumnya digunakan pada Lahan pertanian sedangkan kecepatan tinggi digunakan dijalan. Tenaga yang diproduksi oleh mesin harus ditransmisikan keperalatan Yang diimplementasikan ke traktor untuk bisa melakukan pekerjaan yang dibutuhkan (Menanam, memanen, membajak, dll). Hal ini bisa dicapai dengan drawbar atau sistem Sambungan.

Prinsip Kerja Traktor

Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar, yang pang umumnya bermotor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk bisa menarik peralatan pengolah tanah, seperti bajak Piring, garu Piring, dll.
 
Sedangkan Traktor Roda Empat dioperasikan oleh operator yang duduk di tempat kendali sambil duduk sambil mengemudikannya. Peralatan pengolah tanah dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui Perangkat yang disebut three hitch point atau penyambungan tiga titik, yang terdiri dari sepasang garpu kiri dan kanan, sedangkan satu tuas lainnya berada di bagian atas sistem penyambungan tiga titik, disebut top link (Tuas penyambung bagian atas) .

Dengan menggunakan sistem penyambungan ini pengaturan posisi peralatan (seperti membajak, dll.) yang diinginkan operator dapat diatur dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung atas. Untuk mengamankan agar traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan untuk pekerjaan pengolahan tanah, maka traktor perlu diseimbangkan dengan beban saat memasang tambahan beban pada bagian depan traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini, maka persiapan traktor lelah Siap untuk dioperasikan dalam pengolahan tanah.
Beberapa hal ini perlu diperhatikan ketika hendak menggunakan traktor roda empat dalam pengolahan tanah :
  • Atur posisi sudut bajak (peralatan yang lain) dengan permukaan tanah disesuaikan dengan kondisi tanahnya (tanah berat atau ringan).
  • Pengaturan posisi sudut bajak dilakukan melalui tuas penyambungan titik tiga.
  • Pasangkan beban sebagai penyeimbang di bagian depan traktor.
  • Traktor telah siap dioperasikan untuk pekerjaan dalam mengolah tanah.
Kelengkapan Alat
Traktor tangan sebagai bagian utama dari mesin pengolah tanah yang harus dilengkapi dengan peralatan yang menunjang dalam pengolahan tanah, seperti bajak dan garu. Tanpa perlengkapan tersebut traktor tangan hanyalah berperan sebagai alat atau mesin penarik peralatan. Beberapa kelengkapan yang diperlukan antara lain:
  • Bajak singkal adalah alat pengolah tanah pertama yang berfungsi untuk bisa membalikkan irisan permukaan tanah.
  • Bajak rotari atau bajak cakar adalah alat pengolah tanah yang berfungsi memotong dan mengaduk tanah, sehingga hasil temuan tanah olahannya menjadi hancur atau berlumpur.
  • Garu adalah alat pengolah tanah kedua yang berfungsi untuk dapat menghancurkan dan meratakan tanah.
  • Roda sangkar adalah jenis roda yang terbuat dari besi pipa dan plat yang berbentuk menyerupai sangkar. Fungsi roda sangkar adalah untuk dapat meningkatkan daya cengkeram permukaan roda terhadap tanah, dengan demikian terjadinya selip dapat diatasi.
  • Roda ban karet adalah jenis ban dari karet yang berfungsi untuk dapat mendukung operasi traktor di lahan kering dan mendukung transportasi di jalan.
Sedangkan traktor roda empat merupakan mesin yang berfungsi sebagai penghela atau  penarik peralatan. Untuk dapat digunakan sebagai mesin pengolahan tanah, maka Harus dilengkapi dengan perlengkapan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu Piring, alat penyemprot hama dan penyakit tanaman, dll.
Perawatan traktor roda empat perlu dilakukan secara rutin dan perawatnya perlu mengenali bagian bagian traktor dan fungsinya masing-masing. Spesifikasi traktor roda empat sangat bervariasi bergantung pada besarnya daya penggerak, ukuran ban, daya tarik, daya angkat, persneling, dll.
Bagian-bagian utama dari traktor roda empat memiliki fungsi masing- masing, antara lain:
  • Sistem kemudi: alat untuk digunakan dalam mengendalikan jalannya atau operasi traktor di Lapangan.
  • Roda depan: Roda bagian depan traktor dari yang berfungsi sebagai pengendalian, dan memiliki ukura diameter lebih kecil dari roda bagian belakang.
  • Roda bagian belakang dengan ukuran diameter lebih besar dari roda bagian depan traktor yang berfungsi menumpu beban traktor dan peralatan yang terpasang.
  • Chasis traktor : Bagian rangka traktor roda empat yang juga merangkap sebagai rumah dari sistem transmisi.
  • Pemberat : Besi cor Yang dirancang khusus untuk bisa menjadi pemberat traktor agar tidak terangkat pada saat mengolah tanah.
  • Poros PTO : Poros yang difungsikan untuk bisa menggerakkan peralatan yang dalam pengoperasiannya memerlukan putaran (bajak rotary), atau bisa untuk menggerakkan peralatan stasioner.
  • Sistem penyambungan peralatan : Bentuk peralatan pengolahan tanah yang relatif besar, maka pada traktor roda empat memerlukan mekanisme penyambungan khusus, yakni Sistem penyambungan titik tiga (three hitch point).
Memasuki era teknologi tinggi seperti sekarang penggunaan alat-alat pertanian dengan mesin-mesin modern yang membantu mempercepat proses pengolahan produksi pertanian. Salah satu alat yang umum dan paling sering digunakan adalah traktor, baik itu traktor tangan maupun traktor roda empat.
 Traktor merupakan sebuah alat bermesin yang memiliki kemampuan untuk bisa mengolah tanah. Fungsi fungsi traktor sekarang telah mengantikan fungsi fungsi Tenaga Hewan seperti sapi dan kerbau dalam pengolahan tanah. Pengenalan yang baik tentang mesin traktor ini, dapat mempercepat proses modernisasi pertanian.

Demikian uraian singkat tentang traktor dan prinsip kerjanya di dunia pertanian, semoga apa yang diulas dalam artikel ini bisa bermanfaat, dan jang lupa untuk membagikan artikel ini agar bisa lebih bermanfaat bagi para pembaca. 


Cara Pengoperasian Traktor

Tahap Persiapan sebelum Menjalankan Traktor

Sebelum menjalankan traktor, periksalah hal-hal sebagai berikut:

1. Minyak Pelumas Traktor
Pastikan Gear Box telah terisi Minyak Pelumas SAE 90-140 sebanyak 3,5 liter, serta pastikan juga kondisi minyak pelumas masih dalam keadaan baik.

2. Diesel Penggerak ( Bahan Bakar, Oli Diesel, Air Radiator)
Pastikan Tangki Bahan Bakar telah terisi Minyak Solar dalam jumlah yang cukup (untuk Diesel Kubota RD 65 T, kapasitas maksimum tangki bahan bakar 7,5 liter). Pastikan juga Oli Diesel dan Air Radiator masih terisi sesuai ketentuan (untuk Diesel Kubota RD 65 T menggunakan Minyak Pelumas SAE-30 sebanyak 2 liter).

3. Posisi V-Belt
Pastikan V-Belt dalam posisi lurus, tidak dalam posisi miring. Posisi V-Belt yang miring dapat mengurangi efisiensi penerusan tenaga/ putaran dari Diesel Penggerak ke Pulley Utama. Akibat selanjutnya adalah penggunaan V-Belt dan Pulley menjadi boros (cepat rusak).

4. Penarik Kopling ( Clutch Rod)
Pastikan Penarik Kopling dapat bekerja dengan baik: posisi Steering Gear betulbetul masuk ketika Clutch Handle dilepas / tidak ditarik, dan Steering Gear pada posisi lepas saat Clutch Handle ditarik. Jika Penarik Kopling belum berfungsi dengan baik, lakukan penyetelan dengan mengatur Clutch Rod Adjustment (pengatur yang ada di depan Clutch Handle).

5. Posisi Pemasangan Roda (Kiri dan Kanan)
Pastikan Roda terpasang dengan benar, tidak terbalik kanan-kiri-nya. Periksa juga kekencangan Baut yang mengikat Cage Wheel Flange (Roda) dengan Wheel Holder (Gear box).

6. Keamanan Tangan Saat Memutar Engkol Starter
Pastikan tersedianya ruangan yang cukup aman untuk tangan saat memutar Engkol Starter, dengan cara mengatur jarak Diesel terhadap roda.

B. Cara Pengoperasian Traktor Tangan Bajak Sawah


Untuk mengoperasikan traktor dengan baik, benar, dan lancar, silakan simak cara pengoperasian traktor di bawah ini :

1. Pengoperasian Traktor secara Umum

a. Cara Menghidupkan Traktor
Untuk menghidupkan traktor, pastikan V-Belt dalam posisi kendor/ tidak bekerja (tidak meneruskan tenaga/ putaran), kemudian hidupkan diesel dengan memutar Engkol Starter yang tersedia.

b. Cara Menjalankan Traktor
Setelah Diesel dihidupkan dan gas sudah diatur sedemikian rupa, traktor dapat dijalankan dengan mengubah posisi Tension Handle ke posisi jalan (ditarik ke belakang). Jika diperlukan, pengatur gas dapat diatur kembali untuk memperoleh putaran yang sesuai.

c. Cara Berbelok
Traktor dapat dibelokkan dengan cara menarik Clutch Handle. Tariklah Clutch Handle Kiri jika ingin berbelok ke kiri, dan sebaliknya, tariklah Clutch Handle Kanan jika ingin berbelok ke kanan. Traktor berbelok dengan cara menghentikan putaran salah satu roda.